Salam Kenal dari Ibu Lia

11/01/2007


----- Original Message -----
From: Lia Desainku
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: [Puterakembara] salam kenal, sekalian mohon info ttg Asperger

Dear all,

salam kenal buat semua.. saya member baru di milis ini. Anak saya 2, laki-laki semua, yang pertama 9thn kelas 4 SD, yang kedua masih TKB. Anak kedua so far so good, supel dan tak ada masalah sosial maupun komunikasi. Sedangkan anak pertama saya, Ahsan, awalnya pun oke-oke saja. Namun saya perhatikan sejak usia 6tahunan mulai menunjukkan banyak keunikan, di antaranya:

- tidak suka berada di keramaian. Terutama bila diajak ke acara ulang tahun atau kawinan, ia selalu menolak dan bahkan kadang sampai teriak-teriak.

- tidak suka dengan segala macam bentuk ukiran, terutama ukiran kayu. Repotnya di rumah neneknya kan banyak benda kuno termasuk kursi atau lemari berukiran, dia bisa tuh bela-belain tidak mau masuk ke dalam rumah.

- menunjukkan minat yang sangat besar terhadap matematika. Seolah-olah otaknya tak pernah berhenti berpikir, tiap kali ngobrol selalu ngebahas tentang angka, rumus yang dikarangnya, dan berhitung.

- canggung bila bertemu orang, agak kikuk menyapa dan tak bisa berbasa basi. Apalagi dengan orang dan lingkungan baru, cenderung defensif dan menolak duluan.

- Dalam hal anakku tersayang, memang ia senang sekali matematika, dan juga game Play Station DIGIMON. Kalau sudah membicarakan tentang Digimon game-nya, wah... sudah deh, dijamin semangat 45! Bahkan kadang orang tak dikenal pun diajaknya membicarakan topik Digimon. Begitu juga matematika, hitung-hitungan. Setiap apa pun yang dibicarakan, selalu disangkutpautkan dengan angka. Serasa di otaknya penuh dengan angka dan angka! Aku kadang kewalahan juga kalau ia sudah bertanya soal matematika. Hobi banget bikin soal matematika. Sejak umur 2 tahun pun ia sudah mampu menghitung angka 1 sampai 100. Tapi ya itulah. Ia kadang sulit memulai pertemanan.

- Namun kini ia sudah mulai berani dan mampu menyapa duluan teman baru sesuai dengan aturan tata krama yang berlaku, sudah tak takut lagi berada di tengah pesta, bahkan sering tampil menyanyi di atas panggung baik saat pesta maupun performance day di sekolahnya. Mungkin bagi orang lain itu hal biasa, namun bagi aku dan anakku itu adalah kemajuan yang luar biasa! Sungguh luar biasa! Karena ia bukan anak biasa. Anakku benar-benar unik. Butuh waktu dan kesabaran yang tinggi untuk mampu memahaminya.

- Kadang emosinya masih tinggi, tak bisa diganggu atau diinterupsi bila sedang asyik baca atau main game. Dan untuk memberitahukan perubahan atau rencana padanya, harus jauh hari sebelumnya. Ia masih belum bisa menerima perubahan mendadak. Misal kami berencana keluar kota atau bahkan hanya memindah letak furniture.

- Pernah suatu kali ia marah besar pada saya di saat saya tak ada di rumah (hanya karena ia menolak saya minta pergi les dengan temannya -- krn maunya hanya dengan saya saja), eh pulang-pulang saya mendapati komputer saya sudah dirusaknya dgn sengaja.

- Dari apa yang sy baca, ciri2 anak saya mirip sekali dengan ciri Sindroma Asperger. Untuk itu saya mohon input dan saran apakah benar "diagnosa" saya dan apa yang harus saya lakukan untuk men-terapi nya terutama berkaitan dengan pemahaman emosinya. Saya hanya ingin anak saya kelak bisa mandiri menghadapi dunia yang penuh etika dan basa-basi. Saya tak ingin ia terlalu kaku menghadapi perubahan.

terima kasih.
-amelia-

PUISI KARANGAN ANAKKU
(dikarang spontan beberapa saat setelah ia menyesal memukuli dan menendang saya di saat mengamuk)

Bunda..
Kaulah bunda terbaikku…
Meskipun aku menyakitimu…
Kau tetap menahannya…
Karena kau menyayangiku…
Dan..
Kau menyayangiku setiap saat
Di manapun aku berada…
Waktu bayi, anak-anak,
Dan sampai sekarang ini…
Oh bunda…
I love you, bunda…

< a href="http://puterakembara.org/archives10/jurnal10.shtml">

Total visitors from 2000 to June 2009 : 1,148,442 - © Puterakembara 2009
interaction with this site is in accordance with our site policy