Salam Kenal dari Bapak Antonius Satryanatha

11/01/2007


----- Original Message -----
From: Antonius Satryanatha
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: [Puterakembara] Salam Kenal

Salam,

Perkenalkan Nama saya Anton, putri saya kedua (Ferina) didiagnosa Autis oleh dokter, usianya 2 th 8 bulan. Sebelumnya ijinkan saya menulis latar belakangnya.

Setelah menunggu hingga 2 th tidak juga bicara, maka kami memutuskan untuk membawa ke rehabilitasi medis di RS. Oleh Dr Rehabilitasi medisnya disarankan untuk ke dokter THT karena tidak ada respon kalau dipanggil. Saat itu juga dibawa ke THT dan didiagnosa bahwa purti saya Tuli. Merasa kurang sreg karena menurut kami tidak, dibawalah ke RS Perhati, lalu di test BERA, hasilnya baik baik saja, lalu disarankan untuk terapi wicara. Setelah 6 bulan terapi wicara, tidak ada hasil sedikitpun maka kami putuskan untuk berhenti dan mencari solusi lain. Lalu kami diberi saran untuk ke psikolog anak. Setelah berbicara dengan psikolog, sang psikolog juga tidak menyatakan bahwa anak kami autis. Lalu kami bawa ke klinik terapi wicara di tempat lain, oleh psikolog disana juga tidak dinyatakan Autis, lalu sambil menunggu jadwal terapi, kami disarankan untuk ke klinik tumbuk kembang anak di RSCM, disinilah oleh pengamatan dokter yang cukup sikat dinyatakan oleh dokter bahwa putri kami Autis. Kaget dan shock sehingga kami tidak 'ngeh' lagi apa yang menyebabkan si dokter itu menyatakan putri kami autis. Lalu kami disarankan bukan terapi wicara tetepi terapi SI. Mulai saat itu kami melakukan terapi SI. Berbagai macam saran terapisnya sudah kami usahakan untuk diikuti, sepeti berenang, sekolah (KBK), jalan pagi-sore, hiking bahkan sampai akupuntur-pun kami ikuti. Saat ini sudah sekitar 1 1/2 bulan puti kami diterapi, kasihan ya saya pikir pagi jam 05.30 sudah bangun, terus mandi sekolah, sorenya masih jalan, berenang dll dari senin sampai sabtu, bahkan kalau minggu kalau kami tidak capai pun masih ditambah hiking.

Lalu berkenalan lah saya dengan website puterakembara ini. Tapi setelah membaca mail dan archivenya kami jadi tambah bingung, satu satunya yang sama cirinya adalah bahwa putri kami berbeda dari anak lainnya, belum bisa bicara dan minim kontak mata. Ferina bukan pendiam, dan tidak suka menyendiri, justru kalau ditinggal sendiri akan mencari orang lain, lalu bisa bermain dengan kakaknya (5 th 3 bulan) (walaupun lebih banyak berantemnya), gak suka nonton TV, nontonnya kalau iklan yang ada bayi nya saja baru tertarik. Lalu sering ngoceh gak jelas, tapi ngocehnya ini kalau dia pegang barang, jadi seolah-oleh 'bicara dengan barang tsb', lalu suka mengacak-acak lemari, tapi hanya lemari tertentu saja yang dia tahu ada barang kesukaannya, dan kalau barang kesukaannya sudah didapat ngacaknya berhenti. Tidak marah-marah (kalau mainannya diambil ya ngamuk tapi biasa saja seperti anak lainnya), terus manja, kalau di mobil suka tiba tiba pindah duduk ke pangkuan ibu nya, apalagi kalau ibunya di dekati kakaknya smile) Terus makan juga gampang, lebih gampang dari kakaknya bahkan dan tidak bermasalah pada setelahnya (muntah, diare, dll). Yang lebih aneh lagi, kalau dalam kondisi terdesak, misalnya mau disuntik, maka kata-katanya keluar, seperti manggil 'mama', terus bilang 'nggak-nggak.'

Dan yang paling aneh lagi dari kedua dokter, dan 2 terapis itu selalu mengira bahwa kakaknya-lah yang bermasalah smile)

Terima kasih sebelumnya

salam,
< a href="http://puterakembara.org/archives10/jurnal10.shtml">

Total visitors from 2000 to June 2009 : 1,148,442 - © Puterakembara 2009
interaction with this site is in accordance with our site policy