Salam kenal dari Ibu Hatra Nuzul
12/25/2006
----- Original Message -----
From: Hatra Nuzul
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Perkenalan
Hallo,
Perkenalkan, nama saya Hatra Evans. Aku baru hari ini Join di Putera Kembara dengan harapan bisa sharing dengan para ortu yang lebih bijaksana dan berpengalaman dalam menangani special kids ini.
Suamiku WNA berkebangsaan Inggris, dan ini sebabnya kita berbahasa bilingual di rumah.
Anakku kembar 2 th 3 bulan. Namanya Adam & Rudy Evans. 3 bulan yang lalu, oleh dr. Iramaswaty (dr. tumbuh kembang anak) dan dr. Anne (psikolog) di Klinik Pela, kedua anak2ku didiagnosa CAPD (Central Auditory Processing Disorder) = adanya kelemahan sensori otak untuk memproses/mentranslate informasi (terutama suara verbal) yang mereka dengar. Sejak itu sampai sekarang anak2ku ambil kelas terapi wicara dan sensori integrasi disana.
Sampai sekarang, mereka belum menengok kalau dipanggil namanya dan belum bisa menerima perintah sederhana. Sering berteriak dan mengeluarkan suara high pitch kalau keinginannya tidak terpenuhi. Mereka sangat aktif, lari lari kecil (berjinjit) kesana kemari, memanjat apa saja dan lompat2 ditempat tidur selayaknya itu trampolin. Kesan sekilas, kedua anak kembarku sangatlah nakal!
Walaupun mereka belum bisa berkomunikasi (bahkan belum tau caranya memanggil), tetapi semangat belajarnya sangat tinggi. Mereka sudah bisa membedakan bentuk2, warna2, anggota tubuh, alphabet A-Z secara berurutan, berhitung sampai 20, dan sekarang mulai berusaha bernyanyi (tentu dengan logatnya sendiri yang belum jelas). Mereka sangat menyukai buku dan sering membeo seperti selayaknya membaca, tetapi dengan bahasa planetnya itu. 80% kosakata yang mereka kuasai didapatkan dari film edukatif kesukaanya (Brainy Baby, Baby Einstein, Baby Bubble dan semacamnya). Interaksi dan kontak mata dengan orang2 terdekatnya cukup lumayan, walaupun sering terganggu karena keaktifannya. Rudy lebih cuek terhadap temen2 sebayanya, tapi Adam lumayan.. dia suka dengan teman perempuan sebayanya.
Terus terang, keadaan seperti ini sangat membuat saya putus asa karena 2 anak berarti segalanya double. Double difficult, double worries, double stress, dan terlebih lagi double expenses!
Saya kira cukup segini dulu perkenalan dari saya. Semoga dari teman2 disini, saya bisa mendapatkan sedikit titik terang untuk bagaimana seharusnya saya menjadi ibu yang baik bagi kedua anak kembar saya.
Terima kasih.
Hatra Evans