Puterakembara, Duniaku adalah Duniamu

Salam kenal dari Ibu Fatma


Menu Utama
09/19/2006
----- Original Message -----
From: Fatma
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Salam kenal dan sharing

Yth. Bapak / Ibu Anggota Milis Puterakembara

Salam kenal dan saya mau sharing mengenai anak saya mungkin ada yang bisa kasih info.

Saya mempunyai anak laki-laki saat ini berusia 5.5 th. (alen) kalau dicertiakan secara flashback dari 5.5 th yang lalu... anak saya dilahirkan dalam keadan sehat. menjelang dia berusia 8 bln saya sdh melihat gejala2 bahwa anak saya menderita autism infantil. saya bawa ke psikiater anak & remaja yang saat itu terkenal di surabaya. psikiater tersebut pada waktu itu tidak mendiagnosa anak saya menderita autis tapi dalam tanda kutip untuk sementara ini. hati saya sebagai seorang ibu malah tidak yakin dengan diagnosa dokter tsb. karena waktu diobservasi oleh dokter dia langsung merespon pada waktu dipanggil namanya, padahal di rumah dipanggil seribu kali pun belum tentu merespon dan cueknya minta ampun. dalam hati saya anak seperti autis kok tidak di diagnosa autis, malah saya dibilang aneh sama suami saya dan dia malah bilang yang autis itu kamu, bukan alen :-)

Kemudian umur 14 bulan saya bawa kembali ke dokter untuk di diagnosa ulang, karena pada waktu itu anak saya kelihatan aneh sekali yaitu suka sekali dgn sesuatu yang bulat, selalu diambil dan diputar2 & suka sekali dgn bermain putar-putaran and semua barang dimasukkan ke mulut. Waktu ke dokter perilakunya sangat aneh sekali sehingga dokter langsung mendiagnosa anak saya spektrum autism.. saat itu bgm perasaan seorang ibu menerima diagnosa dokter.... tidak terima dengan hasilnya..?
tidak justru saya sangat puas karena saya mengetahuinya sebelum sang dokter mendiagnosanya (saat itu yang saya rasakan adalah sebuah kehancuran seperti tidak memiliki masa depan)
tapi saya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk yang terbaik buat anak saya, karena some sources said that the earlier we detect and diperbaiki semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.

Langkah demi langkah saya jalani mulai dari terapi ABA, terapi bicara, AIT, SI, biomedical treatment, diet, rotasi makanan, rotasi jenis permainan, menyusun jadwal harian dsb..

Syukurlah dgn usaha yang cukup melelahkan serta dukungan keluarga semuanya berjalan lancar. sedikit demi sedikit ciri-ciri autistiknya hilang. Tepatnya di usia 3 tahun, perilaku autistiknya sudah hampir
tidak kelihatan & tdk ada yg mengetahui kalau anak saya mantan penyandan autistik.
saya sekolahkan di playgroup umum, dia tdk menunjukkan perilaku atau ciri-ciri autistiknya, cuma kelihatan gangguan sedikit di SI & okupasinya. on the other hand, he has a very high intelligence level
(161) saya sempat test kan di salah satu universitas di surabaya menyatakan bahwa tidak kelihatan kelainan di anak saya bahkan mereka mengatakan bahwa konsentrasinya sangat bagus melebihi anak seusianya (kemampuan verbalnya sangat bagus)

Pada usia 3.5 thn anak saya sudah tidak terapi ABA lagi. Pada usia 4 th ada sedikit obsesi pada diri anak saya yang mana menurut saya wajar saja... sukanya dgn warna ungu, angka serta huruf
sehingga di usia yang sangat dini (2.5 thn) sdh bisa baca & berhitung. kemampuan menghafalnya sangat bagus & sangat suka sekali menulis mandarin letters.

Akan tetapi pada usia 5 thn anak saya mulai kelihatan sekali sifat aneh yang lainnya yang bukan merupakan perilaku yang dahulu dimilikinya. dgn tiba2 di usia 5 thn emosinya meledak2, susah diatur,
kecemasan tinggi sekali (takut dgn badut, wedding party, panggung. padahal sebelumnya dia termasuk anak yang suka ke pesta dan naik ke panggung untuk nyanyi dan mengikut berbagai macam kuis atau lomba. dan yang paling aneh dia sangat terganggu sekali dgn suara blender, orang sedang menggoreng serta suara hujan. saya pertama mengira dia salah minum obat karena dulu pernah dikasih kortekosteroid hasil perilakunya juga jelek, suka marah-marah meledak-ledak tanpa terkendali. hal ini
sudah berlangsung 7 bulan tidak ada perbaikan, cuma emosinya yang sudah agak berkurang. yang paling susah adalah menurunkan tingkat kecemasannya.

Saya sempat sharing dgn teman-teman dan kebetulan salah satunya mempunyai centre terapi dgn kebutukan khusus dan dia menjelaskan bahwa anak saya masuk dalam syndrom asperger. dan setelah saya baca-baca di internet mengenai syndrom asperger, ternyata ciri-ciri anak saya ada dalam kategori tersebut. rasanya hati ini tidak terima tapi inilah kenyataan yang harus saya terima karena sudah terbuai dgn kesembuhan yang terlihat bahkan para dokter serta psikiater juga menyatakan bahwa
anak saya sudah sembuh.

Saya ingin sharing dgn anggota milis yang mungkin mempunyai pengalaman seperti saya atau anak dgn syndrom asperger. langkah apa yang harus saya lakukan dengan :
1. kecemasan & ketakutannya terhadap : pesta ultah, wedding party, hujan, lampu warna warni
2. adaptasi pertama dgn temen baru dan tempat baru
3. sifat yang kaku dalam menerima paham atau ajaran-ajaran baru
(tidak bisa menerima ajaran2 baru atau pengetahuan juga paham yang tidak sesuai dengan kesukaannya sendiri) suatu misal last week, saya mengajarkan bahwa sapi diperah susunya dia
langsung marah-marah nanti tak marahi petaninya yang mengambil susu sapi :-) karena dia sangat suka sekali binatang, sudah tak terhitung berapa buku yang ada di lemarinya bahkan ada satu set ensikopledia yang dia sangat suka sekali
4. kaku tidak paham/obsesinya sendiri
5. bicaranya lancar tapi kadang tidak bisa mengatur kata-kata atau kalimat (yang kadang kala tidak boleh diucapkan di depan orang secara to the point)

Sori puanjang banget yah..:-)

Fatma (mamanya alen)

Bunga Rampai
Buku Bunga Rampai

Ingin ikutan milis Puterakembara? silahkan mengisi form registrasi


| english version | Kontak Kami | search|

Valid HTML version 4.01

Sejak Januari 2000 - November 2007 situs ini telah dikunjungi: 1203168 -pengunjung
Interaksi anda dengan situs ini mengikuti Site Policy kami

Puterakembara 2000-2007