
Kampanye Autisme Balikpapan - Juli 2008>
07/30/2008
Laporan dari Bapak Emil Habli atas nama PSG Balikpapan
>
Sabtu, 26 Juli 2008
Dear Rekan Milis,
Hari pertama pameran Autisme sungguh sangat menantang kesabaran dan keikhlasan.
Poster yang jumlahnya 34 lembar ukuran 70x50 meter yang tadinya dijanjikan selesai pagi sebelum Mall buka, pada akhirnya sekitar pukul 5.30 sore diantar oleh percetakan. AlhamdulilLah... sekaligus inna lilLahi wa-innailayhi raji'uun karena jumlahnya hanya 5 lembar saja. Alasannya mesin rusak pas di lembar ke-enam dan masih diusahakan untuk diperbaiki. Dijanjikan untuk mendrop sisanya besok pagi.
Cetakan foto di art paper yang semula untuk memprint foto & lukisan Tiffany, foto Osha & foto Valdy pun tidak sukses dicetak. Alasannya toner hitam habis dan masih menunggu kiriman toner dari Xerox. Lengkap lah sudah uji sabar dan keikhlasan hari ini. AlhamdulilLah... Allah sayang sama saya.
Mau banting stir pulang untuk print di rumah terpaksa ditunda karena pengunjung cukup banyak dan sering terlibat diskusi dengan beberapa ortu yang datang dari luar kota (Tanah Grogot +/- 10 jam perjalanan darat dan Sangata +/- 8 jam) serta beberapa dari Balikpapan sendiri. Walhasil, partisi yang jumlahnya segambreng untuk memajang poster terpaksa di pinggirkan. Untungnya masih ada lukisan Tiffany, lukisan Dindi dan anak autis dari Balikpapan, print out tulisan mama Osha, tulisan mama
Valdy dan cerita ringkasnya mamanya Tiffany plus lima poster.
Selesai mall tutup, beberes, pulang, makan, mandi daaaaaannnn.... jibaku memprint semua poster ke kertas karton ukuran A4.
Untungnya seharian ini ada bu Lukie dan suami yang bersedia mangkir dari pameran untuk menemani pak Widodo dan mantan pacarnya makan kepiting Kenari dan ... kayaknya keliling kota.
Di balik semua kejadian hari ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk kerjasama rekan Milis semua, khususnya mamanya Osha, mamanya Tiffany, mamanya Valdy, pak Yanuar dan bu Yuyun, pak Stanley, bu Leny, pak Widodo dan mantan pacar (kayaknya alergi banget manggil istrinya dengan
kata 'istri') dan semuanya yang benar-benar sudah memberikan support luar biasa. Banyak sekali kemudahan yang saya terima dari persahabatan di milis ini. Tidak kebayang bagaimana jadinya kalau rekan milis tidak mensupport.
Mohon do'a ya agar hari kedua (Talkshow & pameran) bisa berjalan lancar sesuai rencana. Setidaknya talkshow lancar dan pameran poster mungil (ukuran kerta A4) bisa berjalan hingga mall tutup lagi. AAMIIN...
Makin bersemangat...!
Hidup jadi makin hidup dengan adanya tantangan 45...!
Minggu, 27 Juli 2008
AlhamdulilLah...
Akhirnya gelaran kampanye autisme hari ini berlangsung dengan sangat mulus. Poster mini ukuran kertas A4 yang sempat dipajang beberapa menit akhirnya terpaksa dilengserkan untuk diganti dengan poster ukuran 70x50cm seperti rencana semula. Hanya beberapa saat menjelang mall dibuka, pihak
percetakan menelepon saya menginformasikan bahwa poster sudah jadi. Suwenengnya... AlhamdulilLah...
Antusiasme para orang tua dan pengunjung juga bagus sekali. Talkshow yang berlangung sekitar 2 jam dihadiri banyak pengunjung. Siapa dulu dong pembawa acara dan bintang tamunya...! Pak Akson (suaminya bu Lukie), pak Widodo & bu Ferina, dr Bambang Suasono (dokter anak) dan yang tak kalau
serunya bu Eko dan Iko (remaja autis yang nilai UAN SD kemarin tertinggi di SDIT Istiqamah).
Suasananya bercampur aduk. Dari kegembiraan sampai uraian air mata dari salah seorang Ibu yang menceritakan mengenai repotnya melakukan diet.
Pameran poster pun selalu ramai. Yang paling ramai adalah di sisi unjuk gigi individu autis. Banyak decak kagum pengunjung melihat lukisan Tiffany dan Dindi, prestasi Osha dan Valdy dan hasil karya serta prestasi anak-anak kita. Tulisan panjang dari mamanya Osha sempat beberapa kali
saya lihat dibaca sampai beberapa lembar oleh pengunjung. Padahal ada 7 halaman lho...! He...
Terima kasih banyak untuk semua support dari rekan milis. Tidak terbayang bagaimana jadinya kalau kami tidak mendapat support. AlhamdulilLah...
Untuk melihat dokumentasinya, silahkan klik DISINI
Salam,
Emil Habli