Merubah Pola Pikir - oleh Donna Williams

03/18/2004

Merubah Pola Pikir [Changing Mindset]
oleh Donna Willams
Dimuat dengan seijin penulis
Kunjungi Situs Donna Williams http://www.donnawilliams.net


Apapun kelainan yang dipunyai oleh seseorang, pada dasarnya mereka adalah sama seperti kebanyakan orang. Didalam tubuh mereka terdapat proses kimia yang sewaktu waktu dapat menjadi tidak seimbang sehingga perilaku mereka berubah. Neuro-transmittal mereka menjadi tidak seimbang sehingga membuat mereka menjadi tidak dapat mengendalikan diri, terobsesi, depresi, maniak dan labil. Seperti kebanyakan orang mereka dapat pula mengembangkan pola pikir/ persepsi yang dapat bermanfaat ataupun merugikan mereka sendiri. Untuk dapat membaca pola pikir seseorang, kita tidak selalu memerlukan bahasa verbal. Ada yang namanya bahasa perilaku. Tanpa disadari lingkungan sekitar kita dapat membentuk pola pikir negatif yang dapat merusak diri sendiri.

Seseorang dapat menjadi marah atau depresi karena berbagai macam faktor seperti faktor sosial, keadaan emosi, cara berkomunikasi, perilaku, melakukan diet dan minum suplemen / obat-obatan.

Pola berpikir seseorang biasanya mengikuti cara pola berpikir kebanyakan orang yaitu pola pikir mengejar perhargaan/ membela diri/ membuat alasan2/ mengucilkan diri, dll.

Topik ini saya kemukakan dengan harapan dapat merubah total pola pikir seseorang. Untuk ini diperlukan banyak bantuan hypotherapy. Seperti-nya cara "konsultasi" tidak akan banyak membantu merubah pola pikir seseorang yang cenderung menyukai/kecanduan untuk memanifestasikan pola pikir lama mereka. Dan jika ini tidak memungkinkan maka diperlukan cara untuk "mengatur" respon lingkungan sekitar dengan cara meng-konfrontasikan-nya sehingga dapat merubah pola pikir yang negatif secara tidak langsung. Tentu bagi beberapa orang, mereka dapat melakukannya dengan cara diet dan mengkonsumsi obat-obatan tapi dengan syarat harus merubah total lingkungan sekitar sehingga dapat memancing timbulnya perubahan pola pikir dan juga penting orang tersebut harus punya niat yang kuat untuk merubah pola pikir lama mereka.

Berikut ini adalah ringkasan yang saya tulis dengan harapan dapat anda pakai untuk menolong orang lain.

Pola Pikir
Kita melihat banyak orang terpengaruh pada berbagai macam pola pikir. Pola pikir dapat pula mempengaruhi orang yang "non-verbal". Pola pikir adalah kecenderungan manusiawi yang dinamis, ia dapat mempengaruhi siapa saja; ia dapat membantu kita, dapat pula merugikan kita.

Ada orang dengan pola pikir perfeksionis. Kita menilai diri kita begitu tajam sehingga sekilas kita tidak berani mencoba sesuatu yang tidak kita kuasai dengan sangat sempurna.

Ada orang dengan pola pikir obsesif, mengingat terus menerus sesuatu yang menakutkan kita sehingga kita menteror diri sendiri sampai rasa takut itu menjadi jauh lebih besar dari diri kita sendiri dan akhirnya kita berhenti sambil meyakini bahwa semuanya adalah malapetaka.

Ada juga orang dengan pola pikir pesimis. Kita meyakini bahwa kita telah dikutuk. Bagaimanapun kerasnya kita berusaha tapi yang datang selalu hal hal buruk. Kitapun tidak mampu melihat atau peduli akan keberhasilan kita karena kita memilih untuk hanya melihat pada kegagalan kita.

Ada orang dengan pola pikir bergantung pada orang lain. Kita sangat ingin untuk bebas tapi dilain pihak kita merasa bahwa hanya orang lain yang dapat menyelamatkan kita. Kita berpikir bahwa mereka mencintai kita karena mereka telah menyelamatkan kita. Kita merasa takut kehilangan hubungan baik yang telah lama dibina. Kita mendambakan kebebasan tapi kita sangat merasa tidak aman jika tidak bergantung pada mereka; takut mereka akan menelantarkan kita.
Ada orang dengan pola pikir "saling membutuhkan". Kita memfokuskan diri untuk mencintai orang lain dan membuat orang yang dicintai menjadi bergantung pada kita dengan mencurahkan segala perhatian dan perasaan cinta kita kepadanya. Yang dicintai merasa orang lain tidak dapat mencintai-nya kecuali kita, Pada akhirnya orang yang kita cintai merasa tidak berdaya

Ada orang dengan pola pikir membenci diri sendiri / suka melukai diri sendiri. Kita membuat diri kita sendiri menjadi seorang pesimis lalu melakukan hal yang sama pada orang lain. Tetap bertahan untuk tidak merubah diri bahkan mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti bahwa akan ada sesuatu yang berbahaya apabila kita keluar dari pola pikir yang lama.

Ada orang dengan pola pikir birokrat/dogmatik, memaksakan kehendaknya untuk mengikuti aturan dan merasa kita yang paling tahu segalanya
Tapi kita juga dapat mempunyai pola pikir yang baik dan konstruktif.

Kita dapat memiliki pola pikir yang optimistis. Kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Semua dapat dilakukan secara bertahap, biar lambat asal selamat maka kita akan berhasil melakukan sesuatu yang teramat sulit

Kita juga dapat memilih pola pikir seorang yang realistis. Dapat mengalahkan rasa takut dan hal-hal negatif dan melihat sesuatu tanpa menggunakan emosi lalu membuat rencana secara bertahap dengan penuh rasa percaya diri

Kita juga dapat mempunyai pola pikir Taoisme. Bahwasanya hitam tidak selalu jelek dan putih tidak selalu baik. Sesuatu yang jelek dapat sangat bermanfaat jika ada pada situasi yang tepat. Bahwa sesuatu yang kelihatan-nya baik mungkin dapat mencelakakan kita. Selalu berada dijalur tengah, berjalan dengan sendirinya tanpa diatur, tanpa emosi, menerima apa adanya tanpa penyesalan Ini merupakan cara terbaik untuk meraih kebahagiaan. Yang perlu kita pikirkan atau kuatirkan adalah saat sekarang ini, menit ini, detik ini, bukan kemarin ataupun esok hari. Semua langkah kita dapat dilakukan dengan benar jika kita tidak merasa putus asa dan tidak terlalu memikirkan hal-hal menakutkan yang belum terjadi atau memikirkan bahwa kita akan gagal. Jika kita dapat memfokuskan diri kita pada saat sekarang maka kita akan dapat jauh lebih sukses.

Kita juga dapat mempunyai pola pikir seorang yang mandiri. Tidak terlalu memikirkan perasaan orang lain sehingga orang lain dapat merasa bebas. Kita semua dapat menggali kemampuan diri secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing tanpa harus mempunyai perasaan bersalah, rasa malu ataupun rasa terbebani.

Setiap saat kita dapat menentukan pilihan untuk merubah pola pikir apakah kita akan tetap dengan pola pikir yang positif atau pola pikir yang negatif

Pola pikir yang merusak diri ternyata dapat dirubah sehingga kita dapat bekerja dengan lebih baik, dapat menguatkan sesama, pemaaf, mandiri, dapat mengekspresikan diri dan punya cita-cita.

penulis: Donna Williams:

Artikel diatas dikutip dari The MAAP http://www.maapservices.org
(More Advanced Individuals with Autism, Asperger Syndrome and PDD-NOS)
for Autism and Asperger Syndrome
Volume 1/ 2004
PO Box 524,
Crown Point, IN 46308
USA
219-662-1311 (ph)
219-662-0638 (fax)
chart@netitco.net


===========
ORIGINAL ARTICLE

Changing Mindsets

by Donna Willams
Reprinted by written permission of the author
Visit Donna Williams' Website
Special Thanks to Serge Conein!


Children are people too, no matter what labels they have. They have chemistry, which can be imbalanced and hence can have mood disorders. They can have neurotransmittal imbalances making them more or less compulsive, impulsive, fixated, depressed, manic, fluctuating, miles away or full on and in your face. They are just people. Like people can develop mindsets that work for them or are self-defeating. We don't always need verbal language to get a sense of someone's possible mindsets. There is still the language of behaviour. Environments can unintentionally and unwittingly respond to their child's experiences/mindset in ways that just justify or compound the current self defeating mindset or chemistry issues, or that turn them around.

If one have mood disorder, such as depression/bipolar with or without OCD, underlying one's social, emotional, communication, behaviour stuff, combinations of diet/supplementation/natural medicine/medication can often address that stuff.

If what one's stuff is part of a personality mindset, these interventions are limited in their ability to do the trick because one would be simply driven to re-manifest the old mindset (with its old 'rewards'/ defenses/ excuses/ hiding palces, etc.) So addressing this would take a change of that entire mindset, perhaps with plenty of help from hypotherapy (as you know counseling won't do it if one is driven to just re-manifest that old familiar, even chemically addictive pattern of the mindset) and if that's not possible, orchestrating the environment's responses to turn around self defeating patterns in an indirectly confrontational way can work in a similar, subtle, way. Sure, for some, dietary interventions/medication may help that process but unless the environment is altered dramatically to trigger that change of mindset and unless the person themselves wants to let go the old patterns, it can be a tough thing to change

So in case this is of your interest... here's a little blurb I wrote for someone else that may help some people.

MINDSETS
There are lots of mindsets people can get stuck in and "non-verbal" people are not imune to these very human dynamics that can affect any person. Many mindsets can help us, others can be self defeating

Sometimes we get stuck in a perfectionist mindset and we judge ourselves so harshly we end up unable to dare try anything we can't be perfect at straight away.

Sometimes we get stuck in an obsessional mindset, going over and over the things that scare us till we build up our terror till it is much larger than ourselves till we shut down, certain that all is doomed.

There is the pessimist mindset, certain that we are somehow cursed, that no matter how hard we try only bad things will come our way and unable to see or care much about our successes because we choose to focus instead on our failure

Sometimes we get stuck in a dependant mindset, desperate to break free, but also feeling their desperation to save us, certain this is why they love us, afraid we will lose the intensely close merging relationship we have built up with our greatest supporters and caregivers, desiring independence, yet deeply insecure too that if we didn't need them, they'd abandon us.

We can get in a co-dependent mindset, fixating on "loved" others until they are crippled by being our own life's quest, entire sense of self, life purpose. Now we make them unable to easily dare to change because to do so will rob us, their savior, of our very identity and social worth. We may even simultaneously reinforce their certainty of their own incapability without us or cause them to cringe under the spotlight of our magnified attention and desperation all revolving around a "love" that can be suffocating or invite a crippling and inescapable dependency, leaving them unable to feel lovable as a person rather than a cause, and without feeling lovable self love is not existent and the "object" of such love is not existent and the "objects" of such "love" cannot save themselves

We can get stuck in a self-hatred / self-abusive mindset, dis-empowering those who might bring us down by bringing ourselves down first, defensively stopping ourselves from reaching out by compulsively reinforcing how dangerous or toxic we would be if we reached out.

Sometimes we get stuck in a bureaucratic/dogmatic mindset, insistent rigidly that everything must follow the rules as if we in some kind of superiority can somehow assume we always know best.

There are good constructive mindsets too.

We can choose the mindset of the eternal optimist, choosing to believe that all things are possible even if it takes hard step by step work, we will conquer the mountains.

We can choose the mindset of the realist, choosing to turn away from our blown up magnified fears and negativity and instead look at the mere unemotional facts and then make a plan, if necessary, a new plan, step by step, believing we have achievable goals.

We can all choose the Taoist mindset, believing that black and white are not all good or all bad, that bad can can work best in the right situation, that too much good can sometimes harm, that walking the middle path, without knee jerk reactions, without fierce fire that burns itself out, is the best way to achieve our goals with calm satisfaction and acceptance instead of resentment or fear, a mindset in which the only moment we have to worry about is the one we are in each second, each minute, right now, not yesterday, not tomorrow, and all steps are possible if we don't down and don't look so far ahead we become terrified and then assume we will fail when in fact living in each moment, we could well succeed.

We could choose the independent mindset, freeing ourselves of over-concern of the feelings of others and thereby freeing them too, where we all become fully responsible for exercising our own potential step by step at our own pace, for our own sake, without guilt, shame, burden or accumulated debt.

We have a choice at any time to change our mindset for one which will help instead of hinder us

A self-defeating mindset can be changed for one which will better work toward achieving the goals of empowerment, self forgiveness, independence, self expression and purposefulness.


By Donna Williams: www.donnawilliams.net


The above article was published by The MAAP
(More Advanced Individuals with Autism, Asperger Syndrome and PDD-NOS)
for Autism and Asperger Syndrome
Volume 1/ 2004
PO Box 524,
Crown Point, IN 46308
USA
219-662-1311 (ph)
219-662-0638 (fax)
chart@netitco.net


< a href="http://puterakembara.org/archives10/jurnal10.shtml">

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy