Tepung Tempe

09/02/2002

Kutipan dibawah ini di-muat hanya sebagai informasi. Pihak Puterakembara tidak dalam posisi mensponsori ataupun melakukan endorsement terhadap tepung tempe berikut penggunaannya pada anak penyandang autis. Untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi langsung Balitbang Gizi Bogor atau dokter ahli / praktisi gizi.

---------
Dear All,

Memang menyenangkan bertemu dengan orang yang sangat baik dan terbuka. Hari Jumat lalu saya bertemu dengan DR.Karmini (DR. Mien), kepala Balitbang Gizi Bogor. Dan mendengarkan penjelasan tentang "pertempean" yang ternyata sungguh menakjubkan.

Beliau menerangkan bahwa tempe memiliki sangat banyak keunggulan dari hanya sekedar makanan berprotein.
- Proteinnya sungguh mudah tercerna karena sudah mengalami proses fermentasi sebelumnya
- Proses fermentasi menghasilkan Linolenic Acid dan omega yang merupakan nutrisi untuk otak
- Juga beberapa enzym yang membantu proses pencernaan
- Mengkonsumsi secara rutin akan meningkatkan sistim imunitas,
- Dan untuk wanita dewasa dapat mencegah osteophorosis.

Beliau telah membuat formula khusus untuk anak autis. (Tadinya beliau membuat formula dari kedele saja, atas permintaan beberapa orang tua dari anak-anak autis).

Karena emaknya juga perlu fit, saya mengambil tepung tempe untuk dewasa... Emang rasanya tempe banget, tapi sungguh enak di badan.

dewi

Nb. Maaf ya kalau keliatannya saya nafsu banget soal tepung tempe ini. Soalnya saya pikir... kalau ada yang murah, kenapa harus yang mahal...

--------------------

Hallo Ibu Dewi,

Tepung tempe, apa sudah diproduksi banyak ? Dimana belinya ? Bisa pesan melalui telp apa tidak ? Bagaimana cara mengolahnya ? Digoreng, direbus, dibuat kue, dimasak lainnya ? Berapa kali dalam sehari kita mengkonsumsi dan berapa banyak kita mengkonsumsi ? Selama berapa lama kita mengkonsumsi tepung tempe tersebut ?

Terimakasih dan salam,
Zainal Sutanto

----------


Waduuh.. pertanyaannya bertubi-tubi.. kayak quiz berhadiah.. hehehe... Anyway... thanks untuk tanggapannya. Juga sekalian jawaban untuk teman-teman lain via japri, maaf baru sempat balas, baru hari ini sempet pegang komputer.

Yang saya tahu, tepung tempe ini diproduksi oleh Balitbang Gizi dan belum masuk ke pasaran umum. Tapi menurut Ibu Iis dan Putu Ratna dari IPB (FTP)sudah ada yang memproduksi dan masuk ke Supermarket-supermarket (sejauh ini saya belum pernah lihat, nanti kalau ada informasi lebih lanjut tentang merknya, saya khabari)

Kalau bapak/ibu tertarik, coba hubungi Balitbang Gizi, Jl. Semeru 63, Bogor, telp. 0251-321763, silahkan
berhubungan langsung dengan Ibu Irma. Saya sendiri juga konsumen (bukan distributor), hanya memberi informasi saja, karena saya anggap sangat bermanfaat.

Cara mengolahnya tergantung kreatifitas kita. Untuk anak saya baru saya beri seperti memberi susu(ditambahkan air panas saja). Ibu Ratna pernah cerita ia biasa memberikan ke anaknya seperti bubur atau sup krim. Katanya juga bisa dibuat seperti puding. Terus terang saya belum pernah berkreasi, karena diberikan seperti susu yang praktis dia sudah mau, jadi... kok repot, he-he... nanti aja kalau dia mulai bosan dengan "susu" tempenya.. baru saya coba cara lain.

Untuk pemberian disarankan dua kali (sekitar 50 gram) sehari, kalaupun lebih nggak masalah.

Untuk lama pemberian, karena ini makanan..(seperti kita makan tempe dalam bentuk lain), saya kira nggak ada batasan waktunya.

Semoga cukup memuaskan.
dewi

------------
< a href="http://puterakembara.org/archives10/jurnal10.shtml">

Total visitors from 2000 to October 2011 : 2,038,400 - © Puterakembara 2011
interaction with this site is in accordance with our site policy