Sensory Integration, Apa dan bagaimana
sebaiknya menanggapi terapi ini
08/13/2002
Kiriman dari pemerhati dan praktisi autis (Konsultan OT)
----------------------------------------------------
pesan: Pembaca yang tercinta,
Akhir-akhir ini banyak kita jumpai seminar atau workshop tentang "Sensory Integration" (SI) untuk anak dengan Autisme atau ADHD yang diadakan di perbagai kota di Indoensia. Pada suatu saat saya melihat brosur seminar dan pelatihan yang diadakan di suatu tempat namun Si pembicara tidak memiliki kualifikasi sebagai seseorang yang mempunyai keahlian tentang SI. Kemudian kami dari Ikatan OT Indonesia mengirim delegasi untuk mengecek kebenaran tsb. Dan ternyata betul bahwa si Pembicara tidak memiliki kualifikasi yang layak untuk tampil sebagai pembicara SI.
Mengingat materi pelatihan atau seminar tidak diberikan oleh ahlinya maka besar kemungkinan materi yang disampaikan tidak sesuai dengan kerangka teorinya dengan demikian hal ini akan membahayakan jika diaplikasikan pada anak dengan Autism atau kondisi yang lain.
Pemberian SI yang salah akan mengakibatkan anak akan mengalami kebanjiran stimulus atau kekurangan stimulus atau stagnant yang semuanya akan membuat kondisi anak menjadi labil
SI adalah modalitas yang dimiliki oleh Okupasi Terapis yang dikembangkan oleh Jean Ayres pakar OT dari Amerika. Selain harus menguasai tentang teori tentang Neurofisiologi saraf, terapis juga harus menguasai teori tentang play therapy dan Analisis aktifitas untuk anak dan harus lulus dari sekolah OT
Berdasarkan kejadian diatas kami dari Iktan OT Indonesia mengajak kepada pembaca yang budiman agar lebih selektif dan mawas diri dalam mengikuti seminar atau pelatihan agar informasi tentang SI yang diberikan tidak sia-sia dan membahayakn terutama buat putra putri tercinta
Hormat saya
an Pengurus Pusat Ikatan OT Indonesia
Tri Budi Santoso
Delegasi WFOT untuk Indonesia & Konsultan OT