AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
05/29/2008
----- Original Message -----
From: maria ardiwinata
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Dear All,
Mungkin ada yang tau gak bedanya???
Pak Taufik atau siapa yang punya pengalaman ....
buat mama Aska thanks ya ,kemarin dah sharing AIT..
Atas semua penjelasan dan sharing , saya ucapkan terima kasih.
Maria
Mama madeleine
----- Original Message -----
From: meily badriati
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Maria, dulu Nuha pernah ikutan samonas. tapi aku tidak tahu bedanya antara AIT vs auditory therapy. Kayaknya Pak Taufik jagonya deh dalam bidang itu. Kalau tidak salah dia pernah belajar mengenai samonas dan yang lainnya.
Kalau samonas, pertama kita assesment dulu ke ahlinya. Kayaknya waktu Pak taufik masih di sarana dia yang ditugaskan untuk mengasses. Kalau Nuha yang asses namanya Miss Fezia, wanita bule warga negara Malaysia.
Terus kita disuruh beli kasetnya, harganya sekitar 500 ribuan lah (maaf kalau harganya salah). Kasetnya ada banyak, dan kita akan disuruh beli yang sesuai dengan kondisi anak.
Bedanya dengan AIT, kalau AIT kita datang ke tempat terapi tapi kalau samonas bisa dilakukan dirumah. Karena itu kita harus beli CD player yang bagus dan headsetnya juga merek tertentu untuk menjamin kejernihan suaranya.
CD playernya juga sama sekali tidak boleh dipakai untuk muter CD selain CD samonas. Semua ini dikarenakan agar input yang masuk ke telinga anak tidak ada yang 'keliru'. Tapi syaratnya agak ribet, misalnya kaset 1 disetel pada jam tertentu pagi sore dan selama 2 minggu. Misalnya lagi kaset ke 2 hanya disetel pada sore hari aja.
Dan kita harus mencatat sampai di dimana anak mendengarkan kaset alias dengerinnya sambung menyambung. Yah pokoknya ada instuksi yang harus dipatuhi lah!
Terus kalau pas kita setel dan headset sudah terpasang, ada ketentuan/larangan yang kudu dipatuhi misalnya tidak boleh nyalain TV, radio, komputer di sekitar anak. Termasuk anak harus melakukan aktifitas ketika mendengarkan samonas, misalnya main ayunan atau sambil belajar.
Pokoknya karena dilakukan dirumah atau di jalan maka harus telaten mematuhi instruksi-instruksinya. Intruksi-instruksi kadang diberikan lewat email, jadi tidak harus ketemu dan tidak harus bayar. Progress anak juga dikirimkan ke emailnya.
Kapan ketemu lagi dengan yang mengasses? kalau ternyata anak dianggap terapisnya sudah membutuhkan kaset samonas yang lain...
Mar, jangan tanya efeknya pada NUha ya??? suer!!! hanya Tuhan yang tahu...karena pada saat itu --umur 5 tahun-- dia belum bisa ngetik. Jadi kami tidak tahu apa yang dirasakannya.
Salam,
Meily
----- Original Message -----
From: maria ardiwinata
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Thanks Mei,
Bagaimana Nuha waktu pakai earphone ??? penuh perjuangan gak?
Trus yang ribet - ribet dirumah bisa kamu jalanani sempurna atau on off lewat githu???
Mei, aku lagi binggung juga karena AIT ini khan mahal jadi memang kalau aku
liat ini alternatif terapi yang gak bisa dituntut keberhasilannya mutlak..
Aku binggung nya waktu konsul dengan dokter biomedikalnya , dianjurkan di*TUNDA*. Karena dia lagi terapi kelasi dan suntik B 12. Sehingga kita harus tahuefek yang terfokus, jangan bareng - bareng gak tahu yang efektif yang mana. Sementara untuk AIT ahlinya mesti import yang juga lama banget. Aku kemarin sih mutusin untuk test dulu , tapi aku belum putusin ikut atau tidak itu terapi.
Mikirnya BERTAHAP .....makanya aku butuh masukan ortu .....,trus sekolah katanya juga mau ngadain Samonas dengan biaya ringan ....Jadi mumet nih....
any way thanks....
----- Original Message -----
From: Alexander / Ira Pawiro
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Bu Maria,
Yang tentang sharing AIT kayaknya di email2 terdahulu ada, sepertinya mama
Aska yang posting juga ?
Anak saya juga pake Listening Therapy, hampir mirip prosedur Samonas gitu,
tapi gak ada assesment awal pake alat atau apa gitu, langsung dapet dari
OT/SI nya (ya maksudnya mereka yang assess lah). CDnya juga beberapa dari
Samonas, beberapa dari EASe, beberapa seri Therapeutic Listening. Bisa
browse di web, address nya saya lupa yang Samonas apa ya (JJ Mom help !!)
yang EASe coba di www.vision-audio.com
Kalo tanya hasilnya..... yang pasti ada !
Entah itu bisa up / down, tergantung kesesuaian pilihan jenis musik (CD)
dengan kebutuhan si anak. Jadi bisa efek di regulasi, temperamen, arousal
level dsb. Yang pasti pemilihan CD harus pas, dan pengamatan kita sebagai
ortu juga harus jeli supaya program listening nya tepat sasaran. Karena CD2
musik itu ada 'tujuan'nya tertentu, misalnya awakening, relaxing, calming
dsb (istilahnya gak tepatnya begitu lho, mesti buka 'bible' dulu kalo mau
tepatnya). Anyway, ada bbrp jenis musik yang dijual bebas, yang sebenarnya
kita bisa pake untuk memberikan rangsang tertentu secara auditory (misal :
musiknya Yanni, Enya, bahkan musiknya Disney di Tarzan / Lion King)
Dari pak Taufik dulu saya dapet file tentang Therapeutic Listening ini,
dengan seijin pak Taufik saya bisa send ke japri ibu
Ira
----- Original Message -----
From: maria ardiwinata
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Thanx Bu Ira,
Iya saya hanya dapat feedback dari mama Aska..kemarin wkt nanya.
Oh ya..boleh bu email ke Japri ya..thanks a lot Tapi boleh tanya dikit...
Listening Terapi itu istilahnya di SI ya???
Berarti untuk penanganan pendengaran anak autis ada 3 methode ya:
1.AIT terapi
2.Listening terapi ( tidak sama dgn samonas??)
3. Samonas.
Tapi methodenya beda ya dimana ya bedanya ??? Saya lagi mau tahu aja
bu..yang berbeda antara AIT dan Samonas..dari jenis lagu katanya AIT dengan
klasik Samonas ngak (??) Trus section Samonas (ada 5 ???) AIT (??)
Saya lagi ngumpulin data nya bu, dari internet maupun dari mana ..Mungkin
pak Taufik bisa bantu saya...Sekalian saya mau ketemu salah satu pengurus
IDAI untuk bisa dapat rekomendasi ke Dokter Auditory Anak yang bisa diajak
bicara dan berniat untuk memfasilitasikan supaya bisa diadakan di Indonesia.
Thanx a lot buat bantuan nya Bu,
MARIA
----- Original Message -----
From: Duma N
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Seingat saya waktu anak saya Jogi AIT dulu musicnya Phil Collins deh bu,
dan saya coba numpang denger bentar suaranya jadi aneh gitu.
Saya ngga tanya lebih lanjut apa dasar pemilihan musicnya, yang jelas
sejak AIT dulu itu anak saya jadi ngga takut lagi sama suara flush toilet,
padahal dia biasanya nangis ketakutan. Sejak saat itupun verbalnya
membaik.
duma (jogi's mum)
----- Original Message -----
From: maria ardiwinata
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Hi, Bu Duma...
Pa kabar....bagaimana sekarang Jogi ..dah kelas 5 ya Bu??
waktu latihan earphone nya bgm? dia nyaman atau tidak waktu terapi...
----- Original Message -----
From: Mieke Randa
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Bu Maria, kalo ga salah Anaknya bu Yuli (Jason) pake metoda AIT juga... boleh hub, japri beliau (mungkin lagi sibuk ngobatin kepalanya yang katanya kena timpuk sandal no.38, tapi sumpah, itu bukan sandal aku, hahahaha)
Mieke
----- Original Message -----
From: Alexander / Ira Pawiro
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Bu Maria,
Kalo istilah tepatnya sih saya juga sama awam nya bu, gak berani konfirmasi
apapun ttg "judul" ini. Saya juga gak bisa comment untuk Samonas & AIT
karena gak pernah ikut. Sepertinya belakangan ini JJMom juga research ttg
Samonas, mungkin bisa dishare dong. Pliiiissss...............
Saya pernah nanya Pattricia Oeter nya MORE, apa bedanya Samonas - AIT -
Listening Therapy or Therapeutic Listening itu.....
kalo nurut dia, sebenarnya tujuan dasarnya sama, tapi protokol pelaksanaan
nya yang berbeda, sehingga 'branding'nya juga beda. Mungkin di AIT &
Samonas karena ada media "alat" jadi pengukurannya lebih kuantitatif,
sedangkan assesment yang anak saya dapet lebih secara kualitatif ??
(maaf, tidak ada niat pro / kontra suatu prosedur tertentu.... sekedar
pengalaman sebagai orang awam, bisa aja salah. Tolong pak Taufik yang
jelasin ttg hal ini deh......muncul dong muncul !)
Kalo yang anak saya dapet, musiknya ya campur.....
Ada yang klasik (piano, gitar atau violin), ada juga yg sedikit jazzy &
ceria gitu, ada juga yang nature-sound (macam suara air, ombak dsb)
Ira
----- Original Message -----
From: Taufiq Hidayat
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Silahkan bu Ira, jika masih membutuhkan yang lainnya setau saya saya masih
memilikinya kok, termasuk hasil riset-risetnya.
Kalau samonas, pertama kita assesment dulu ke ahlinya. Kayaknya waktu
Pak taufik masih di sarana dia yang ditugaskan untuk mengasses. Kalau
Nuha yang asses namanya Miss Fezia, wanita bule warga negara Malaysia.
Dulu sewaktu di sarana, saya membantu dalam proses assesment dalam melakukan
music selection dan memberikan gambaran dan perimbangan sesuai dengan
kondisi sang anak, karena sebagian besar anak yang mengikuti assessment
samonas kebetulan memang saya yang menangani. setelah selesai melakukan
assessment samonas akan dibuat listening protocol yang menjadi panduan bagi
orang tua untuk menerapkannya dirumah, sekolah dan lingkungan. presisi
durasi waktu memang diharuskan untuk sesuai dengan listening protocol.
ex. saya akan mencoba melihat grafik arousal sang anak dalam waktu sehari
dan memberikan rekomendasi waktu yang sesuai untuk memulai menerapkan
samonas, umumnya pada awal CD hanya diputar dalam waktu hanya beberapa
menit. dan dalam pelaksanaannya dulu saya membuat samonas monitoring chart
yang diisi oleh orang tua, guru dan lainnya untuk memonitor perkembangan
sang anak. karena metode ini OT (Sheila Frick, Patty Otter, dll) juga
terlibat jadi kami mengabungkan Samonas dengan SI, MORE, pre writing skill
dll.
ada banyak hal yang dilihat saat assessment samonas, mulai dari pengaruh
dari elemen musik bagi sang anak, gerakan mata, telinga, pernafasan, saat
menulis-menggambar, dan saat melakukan aktifitas SI.
waktu latihan earphone nya bgm?
untuk memperkenalkan earphone ada banyak cara yang bisa dilakukan, saat sesi
terapi SI-Floortime saya mencoba melakukan "turn taking" agar sang anak
dapat terbiasa menerima musik m\yang didengar maupun sensasi yang mungkin
baru pada kedua telinga dan kepalanya. cara lain dengan mencoba memakaikan
bandana atau topi yang kemudian di switch dengan earphone, atau dengan
mendengarkan CD dengan loud speaker dahulu lalu baru didengarkan dengan
headphone. ada banyak-banyak cara untuk melatih menggunakan earphone, tidak
ada cara yang selalu berhasil pada setiap anak, jadi kita perlu
banyak-banyak memiliki strategi yang cocok bagi sang anak :-))
Tapi methodenya beda ya dimana ya bedanya ??? Saya lagi mau tahu aja
bu..yang berbeda antara AIT dan Samonas..dari jenis lagu katanya AIT
dengan klasik Samonas ngak (??)
Trus section Samonas (ada 5 ???) AIT (??)
agak sulit bagi saya untuk memberikan gambaran tentang perbedaan antara
kesemua metode tersebut bu, karena saya merupakan praktisi yang menerapkan
samonas, khawatirnya malah saya tidak bisa memberikan penjelasan yang
berimbang. :-))
dalam samonas maksud section mungkin tingkatan spectal activationnya (filter
yang diberikan pada setiap CD samonas)
1. CQ (classic quality), cd in hampir sama dengan CD musik lainnya namun
beberapa range frekuensi rendah tertentu memang dikurangi
2. HS (healing sound) umumnya saya pakai pada awal program
3. SE (eound energy)
4. ST 1 (sound therapy 1)
5. ST 2 (sound therapy 2) merupakan tingkat spectal activation yang tinggi.
Saya lagi ngumpulin data nya bu, dari internet maupun dari mana
..Mungkin pak Taufik bisa bantu saya...Sekalian saya mau ketemu salah
satu pengurus IDAI untuk bisa dapat rekomendasi ke Dokter Auditory
Anak yang bisa diajak bicara dan berniat untuk memfasilitasikan supaya
bisa diadakan di Indonesia.
salam
taufiq
----- Original Message -----
From: Taufiq Hidayat
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Tambahan….
Mungkin di AIT & Samonas karena ada media "alat" jadi pengukurannya lebih kuantitatif, sedangkan assesment yang anak saya dapet lebih secara kualitatif ??
untuk assessment yang menggunakan alat untuk mengetahui kemampuan auditory
discrimination sehingga anak perlu membedakan secara aktif suara yang muncul
pada headphone, mulai dari range frekuensi rendah hingga yang tinggi. jadi
respon anak terhadap saat melakukan diskriminasi suara yang nantinya
terbaca. pada beberapa anak kami lebih prefer untuk melakukan observasi
respon anak karena banyak hal yang dilihat berhubungan dengan kemampuan
auditory processing dan sensory integrasi sang anak.
ada buku tentang TLP, samonas dan hubungannya dengan SI "listening with the
whole body, Sheila Frick". kebetulan saya ada dirumah
salam
taufiq
----- Original Message -----
From: meily badriati
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Maria, memang samonas lebih murah biayanya.
Kalau mengenai pilihan antara terapi tersebut dengan kelasi & suntik
B12, apakah ananda baru mulai pengobatan tersebut atau sudah lama??
Kalau baru mulai memakai paket suntikan untuk pertama kalinya ya lebih
baik jangan dulu. Fokus aja dulu ke pengobatan tersebut. Biar
kelihatan seperti apa perubahannya. Masalahnya kan dokter melly....
(dokternya medelaine itu dokter melly juga ya??) kalau tidak salah dia
memberi daftar pertanyaan untuk memantau perkembangan dari minggu ke
minggu.
Mungkin Nanti aja pas ananda sudah memakai paket suntikan untuk kedua kalinya.
Btw mengenai Nuha ribet atau tidak pake earphone, awalnya iya tapi
cuma sebentar aja kok karena pada dasarnya Nuha suka musik. Secara
keseluruhan dia menikmati samonas.
Tapi sudah lama --8 bulan-- Nuha off dari samonas. Ketemu Miss Fezia
--yang asses Nuha-- selain keperluan samonas juga untuk cranio sacral.
Nah Nuha ngetik tidak mau cranio sacral dulu. Alhasil kami belum
ketemu lagi sama miss fezia.
Dan alasan lain kenapa off karena earphonenya Nuha kayaknya agak
rusak...kayaknya ada kabel yang dah mulai rusak sehingga kadang
earphone yang kiri kadang-kadang keluar suaranya, kadang-kadang tidak.
Kayaknya Merknya synhizer??? (maaf kalau salah nulisnya), ketika mau
betulin di Jakarta ternyata tidak bisa karena miss fezia kan belinya
di malaysia.
Mungkin nanti aku juga rencana mau nerusin samonas lagi. Tapi biar
bapaknya Nuha yang hubungi Miss fezia karena dia yang selalu keep in
touch...
Salam,
Meily
----- Original Message -----
From: Alexander / Ira Pawiro
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
pak Taufik
Makasih untuk semua penjelasannya, makasih juga karena udah muncul dari
pertapaan (he3x..... abis ilmu-nya bener2 sakti mandraguna sih)
Boleh dong pak, copy2 bukunya "Listening with the whole body" ?? Tapi
caranya gimana ya, pak Taufik sekarang bisa ditemuin di mana sih ?
Di-japri-in kontak nya ya pak, pliiiiisss
JJMom,
Thank you juga untuk sharing shopping research nya
bu Maria,
Saya nti forward email pak Taufik yang ada journal nya dulu ke japri Ibu
deh. Moga2 thread ini bisa membantu ibu, paling enggak saya sukses bikin
pak Taufik & JJMom muncul (ha ha ha..... curang ya! gpp dong demi kebaikan
bersama) Saya setuju ama usul bu Meily, lebih baik 'isolasi' satu2 dulu untuk
terapinya bu.... daripada nti gak bisa dibedain hasilnya
bu Meily,
Merk headphone-nya Senheizer bu..... memang kalo udah bbrp lama (punya saya
hampir 2th lah) biasanya kabelnya yang rusak / putus. Harus diganti, jangan
dipaksain ngedengerin dengan kondisi rusak gitu, toh efek suaranya gak akan
'kena' juga. Di Jakarta ada toko yg jual, tapi sayang saya gak tau kontaknya (temen saya yg waktu itu beli) & memang harus dipesankan dari Spore karena di Jakarta
gak ada & waktu itu mahal banget. Tapi pas saya beli di terapi centrenya di
Spore, kok harganya lebih murah. Kalo ada temen yang bisa cariin, mending
nitip deh
Ira
----- Original Message -----
From: Duma N
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Awalnya pasti ngga nyaman, tapi itulah istimewanya anak-anak ini sekali
sudah nyaman ngga akan repot lagi seterusnya. Kebetulan waktu itu Jogi
satu rombongan sama satu anak cewek yang sampe harus diikat pakai kain
gendongan di kursi :-(
Jadi mungkin dia takut diiket jadi dia nurut aja hehehe...
Iya bu, Jogi sudah kelas 5 sekarang... cepat sekali waktu berlalu.
Tingginya sudah semulut saya, sepatunya sudah no.39 tapi masih suka
peluk-peluk saya :-)
Sekarang lagi siap-siap mau cari SMP semoga bisa dapat sekolah seperti
sekolahnya sekarang, yang teman-temannya baik, guru staff dan principle
yang sangat sayang sama dia. Semoga ada....
d.u.m.a (jogi's mum)
----- Original Message -----
From: Didin
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Dear All...
Anak saya, adib 9 th, terlihat ada gangguan di auditory nya, suka tiba2
nutup kuping ssambil teriak, suka mendengung..(kayak lebah aja ya....), trus
kalo ngomong suaranya naik turun ga karuan...
Kebetulan teman di jakarta nawarin AIT di Semarang kalo bisa ngumpulin minimal
7 orang, cm sayang yang mau cm 2 org,.....kecewa sih....tapi gimana
lagi....Kalo musti ke jakarta kok berat bgt living cost 10 hari (lha wong u
terapinya aja nabung ampe taunan) , plus bawa adiknya adib segala.....jadi
BATAL deh....padahal terapisnya Mike, belum tentu taun depan ke jkt
lagi...... Kemarin kok baca ada terapi serupa yaitu SAMONAS, tolong plisss ada yang
bisa sharing..... prosedur terapinya gimana....kalo di jakrta ke mana, ama
siapa, BERAPA .....(penting lhoooo), ada jdwal tersendiri ga.....
OK. thanks b4....
didin
----- Original Message -----
From: meily badriati
To: peduli-autis Puterakembara
Subject: Re: [Puterakembara] AIT vs Auditory Teraphy di SI Vs Samonas
Thanks bu Ira. Memang sejak headphonenya rusak, nuha terpaksa off dulu
samonasnya. Kami dah coba betulin ke senheizer yang di Jakarta tapi mereka
menolak dengan alasan belinya bukan di tempat mereka sih... Tapi ya nggak
pa-pa...jadi nanti kayaknya harus beli lagi lah! Namanya juga buat anak ;-)
Salam,
Meily